hiks, apa gara2 aku terlalu asyik ma kekasih baru, sampai aku melupakan blog ini ya...?
alexaku turun. parah banget. padahal targetnya bulan depan bisa sampe kepala 3 minimal. tapi sekarang, beranjak dari kepala 6 pun rasanya susah sekali.
apalagi aq dah punya kekasih baru. rsanya blog ini makin terlantar saja. ah biarlah. kapan2 aku akan mengurusmu lagi sayang. semoga engaku masih hidup saat hari itu tiba.
Alexa Menurun
Wednesday, October 21, 2009 6 Comments
My New Blog!
Akhirnya punya blog sendiri. ga numpang lagi di Wordpress ato blogspot.
check This Out Bro n Sis!
Dream House
Thursday, October 15, 2009 4 Comments
Thats What Friends Are For
And I never thought I'd feel this way
And as far as I'm concerned
I'm glad I got the chance to say
That I do believe I love you
And if I should ever go away
Well then close your eyes and try
Feel the way we do today
And then if you can remember
Keep smilin', keep shinin'
Knowin' you can always count on me, for sure
That's what friends are for
For good times and bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for
Well you came and opened me
And now there's so much more I see
And so by the way I thank you
Woh, and then for the times when we're apart
Well then close your eyes and know
The words are comin' from my heart
And then if you can remember
Oh-oh, keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That's what friends are for
In good times, in bad times
I'll be on your side forever more
Oh-oh, that's what friends are for
Woh-oh-oh, keep smilin', keep shinin'
Knowin' you can always count on me, for sure
That's what friends are for
For good times and bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for
Keep smilin', keep shinin'
Knowin' you can always count on me, that's for sure
'Cause I tell ya, that's what friends are for
For good times and the bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for
That's what friends are for, yeah
I mean for sure
I don't mean for sure, I don't mean for sure
-Dionne Warwick-
Wednesday, October 14, 2009 3 Comments
LinkFromBlog Scam!!!
Today my balance in LinkFromBlog has reach $ 40. while the minimum payout on the rule LinkFromBlog Payment is $ 50. since had almost reached the minimum payout, so I write on my Gtalk status.
udah $40. $10 lagi. moga2 ga scam. moga2 bisa PO
suddenly there was a friend who responded my Gtalk status. Essentially he says it's SCAM!
LinkFromBlog really Scam?
This is the following conversation with my friend via Gtalk
RismaKha:
Scam tuh bro...
Rigih:
walah, masa c?
RismaKha:
iya
Rigih:
si lebahndut dah bs payout tuh
infonya valid ga?
RismaKha:
valid
Rigih:
hiks..parah neeh
RismaKha:
tuh ga mau bayar, meski orang udah ngumpulin dari referralnya
emang ngomongin apa siy?000webhost tuh scam
Rigih:
heleh
parahHHHHHH
LFB
LinkFromBlog
gemene seehhhh
RismaKha:
oooo...kirain 000webhost :D
saya: *lempar bunga
#sekalian vasnya
%truz mejanya juga
RismaKha:
monitor
hehehee sori
lagi kerja nih
ntar lnjut lagi gan
Rigih:
ga pa2 jd refresh
monggo...
wkwkwkwk just kidding.
Scam or not, just prove it! It's not a legend if It has been proven. Isn't It?
interested come LinkFromBlog? Join here
Thursday, October 8, 2009 17 Comments
Do You Need Direct TV?
How long have you been sitting on the fence of satellite television? Have you any idea what has been an incredible experience in television, if you lost works are not even with the limitations of cable? When I decided, with Satellite Directv and go with me, because I wanted a variety of channels. Direct TV, I’m doing all this and more.
Direct TV and the quality of digital television. If the program is also connected to a satellite and directly on our plates. The quality of picture and sound received from Direct TV is much better than what is given by cable operators.
However, if the programs referred to television subscribers directly stated that they have a great advantage, allowing users to DishNetwork satellite system and is the first direct-TV, Sport package. You can get more advantages using directTV , like Free Offers, Pricing And Ownership Of Equipment, Cost Of Subscription, Installation Period, HDTV and DVR Capability, Local Channel Support and etc.
After you decide on which system and which program package you want, you can place your order online, Direct TV representative. If you life in New York you can contact Direct TV in New York or if you in Los Angeles You can contact Direct TV in Los Angeles. I hope this information can help you and watch your movie everything you want.
Tuesday, October 6, 2009 Leave a comment
WTS : Smart Haier D1200P (second)
for sale
HP Second Smart Haier D1200P
Spek Haier D1200P:
* Design ramping 90g
* 65K LCD Warna
* Phonebook 200
* Games
* 50 ring tone poliphonic
* Integrated modem
* WAP 2 .0 browser
udah ga ada gratisan internet
kondisi 85%
fungsi masih normal
cuma casing aja yang agak jelek
warna hitam
Bid : Rp. 170.000
COD :
Saturday-Sunday : Jak-tim, Pasar Rebo
Monday, October 5, 2009 6 Comments
Wakatobi Mini 963

Wakatobi Mini 963 is a new netbook product from Zyrex. Wakatobi Mini 963 has a screen which can be rotated up to 180 degrees. When the screen rotated, then this netbook will enter into tablet mode. Of course, if you do not rotate the screen, this netbook will still appear as usual (using the screen and keyboard). Much like a tablet PC.
This netbook is designed for the children or among students. Therefore, this netbook comes with a waterproof keyboard design, impact resistant, and dustproof. Because the screen can be rotated through 180 degrees, Zyrex been strengthened so that the screen hinge is not easy to broke.
Although designed for children and students, adults and the public should have this netbook.
With the ability to rotate the screen, the Netbook is equipped with Auto Screen technology Re-orientation which is the ability to change the orientation (horizontal-vertical) automatically, according to the position of netbooks, without having to press any button.
The price is quite cheap. Only about 4.9 million. Although it included expensive for me. Hehehe.
Here's the specs of the Wakatobi Mini 963
| Processor Type | Intel Atom Processor | |
| Processor Onboard | Intel Atom N270 1.6GHz, 512KB L2 Cache, 533MHz FSB | |
| Chipset | | |
| Standard Memory | 1 GB DDR2 | |
| Max. Memory | 2 GB (1 DIMMs) | |
| Video Type | Embedded in 945GSE | |
| Display Size | 8.9" Wide TFT | |
| Display Max. Resolution | (1024x600 Pixel) | |
| Display Technology | Wide Screen LCD | |
| Audio Type | Compliant with HD Audio, 2 High qualitty speaker | |
| Speakers Type | Integrated | |
| Floppy Drive | N/A | |
| Hard Drive Type | 60 GB 1.8" IDE | |
| Optical Drive Type | N/A | |
| Modem | N/A | |
| Networking | Integrated | |
| Network Speed | 10 / 100 Mbps | |
| Wireless Network Type | Wireless 802.11 b/g | |
| Wireless Network Protocol | 802.11 b/g - USB Interface | |
| Bluetooth | | |
| Keyboard Type | 80-key Keyboard | |
| Input Device Type | Touch Pad | |
| Card Reader | 2 in 1 Card Reader (SD, MMC) | |
| Interface | - 2x USB 2.0 port - 1x RJ-45 jack for LAN - 1x VGA port - 1x DC-in jack | |
| Battery Type | | |
| Power Supply | Universal AC Adapter | |
| Dimension (WHD) | 241.4mm x 181.4mm x 27.7mm | |
| Weight | 1.4 kg | |
| Standard Warranty | 1-year Limited Warranty | |
| Bundled Peripherals | - | |
| Others | Integrated 1.3 Mega Pixels Web Camera |
Kisah Bertahan Hidup Seorang Korban Gempa
Sejak awal Ratna Kurnia Sari (18) sudah bertekad untuk hidup. Meski dia sangat sadar bahwa kematian sudah sangat dekat dengan dirinya. Namun Sari bertekad menyenangkan kedua orangtuanya, karena itu itu dia tidak mau mati.
"Bahkan saya tidak pernah tidur. Saya takut kalau saya tertidur saya akan mati. Karena saya saat itu sudah merasa ada yang akan membawa. Makanya saya berusaha untuk terus terjaga," ujar Sari yang ditemui di Ruang Perawatan 1B Rumah Sakit Tentara Reksodiwiryo, Jalan Proklamasi, Jumat (2/10).
Sari bisa dibilang mendapatkan keajaiban. Dia menjadi satu korban selamat dari reruntuhan bangunan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Prayoga di Jalan Veteran, Padang. Selain dia, dosennya bernama Suci Revika Wulan Sari (25) juga selamat. Namun Sari berhasil dikeluarkan lebih dulu dari balik reruntuhan.
Sari berhasil dievakuasi petugas penyelamat sekitar pukul 11.30 WIB. Bersama Suci dan empat rekan satu kuliahnya, Sari terjebak di bawah tangga menuju ke lantai tiga Kampus STBA Prayoga. Sebelumnya, Sari yang tercatat sebagai mahasiswa Semester 3 Jurusan Sastra Inggris, sedang mengikuti perkuliahan Listening 3, di ruang kelas yang berada di Lantai III.
Ketika gempa mengguncang, satu kelas yang berisi 25 orang mahasiswa plus Suci yang menjadi dosen, langsung berhamburan menuju tangga turun. Sari sendiri bersama Suci dan empat rekannya, merupakan kelompok yang terakhir turun. Setibanya di lantai dua, tiba-tiba tangga beton yang barusan mereka lewati ambruk menimpa mereka.
"Waktu itu semuanya panik. Saya juga panik dan ingin cepat turun. Tapi karena semua berebut ingin duluan, kami akhirnya jadi kelompok yang terakhir turun," ujarnya menceritakan kembali situasi yang dialami saat gempa berlangsung.
Reruntuhan tangga beton itu langsung membuat mereka luka berat. Listrikpun tiba-tiba mati, sehingga ruangan menjadi gelap gulita. "Waktu itu saya tidak tahu apa teman-teman saya masih hidup atau tidak, karena gelap. Hanya saya bisa mendengar suara Ibu Suci merintih kesakitan ada di dekat saya," ujarnya.
Beton-beton itu menghimpit keras, karena mendapat tekanan berat dari lantai empat yang juga ikut runtuh. Sari sendiri merasakan kakinya terhimpit benda berat di bagian lutut ke bawah, sehingga tidak bisa digerakkan. Sedangkan di bagian pahanya, dia merasakan ada satu tubuh temannya yang terbaring tak bergerak.
"Saat itu saya tidak merasakan sakit. Yang ada hanya cemas dan rasa takut mati. Saat itu pula saya langsung bertekad tidak boleh mati. Saya harus hidup," tuturnya.
Sari berada di balik reruntuhan selama lebih kurang 42 jam. Selama itu pula, dia menguatkan diri untuk tetap hidup meski tidak ada makan dan minum. Sari mengaku tidak pernah putus harpaan. Dia yakin akan ada tim penyelamat yang datang mengevakuasi mereka. Inilah yang membuatnya cukup berbesar hati dan yakin tidak akan mati.
"Rabu tengah malam itu saya mulai yakin kalau teman-teman saya yang lain meninggal, karena mereka tidak lagi ada yang bersuara, bahkan tidak lagi ada yang bergerak. Termasuk sosok yang terbaring di atas paha saya, tidak bergerak lagi dan terasa dingin. Hanya Ibu Suci yang kadang-kadang masih saya dengar ada gerakannya sedikit-sedikit. Berarti Ibu Suci masih hidup," katanya.
Meski tidak ada makan dan minum, namun harapan Sari untuk hidup menjadi makin besar, ketika dia mendengar suara ketukan-ketukan pada reruntuhan bangunan yang menimpa mereka. Sari sadar bahwa ketukan itu berasal dari tim penyelamat yang berusaha menggali reruntuhan. Karena itu pula, dia berusaha untuk tetap menjaga matanya agar tidak tertidur.
"Sebenarnya saat itu saya ingin sekali tidur. Rasanya akan sangat nyaman kalau tertidur. Tapi saya tahu saya akan mati kalau sampai tertidur. Makanya saya juga selalu mengingatkan Ibu Suci agar tidak tertidur. Saya selalu bilang 'Bu, jangan tidur' atau dia saya panggil-panggil terus dalam jangka waktu tertentu supaya jangan sampai tertidur. Saya ingin selamat, dan saya juga tidak ingin Ibu Suci yang saya tahu masih hidup akhirnya mati seperti teman-teman saya," tuturnya.
Sari mengaku tidak pernah kehilangan semangat untuk tetap bertahan hidup, karena dia sadar tim penyelamat akan bekerja ekstra keras untuk mengeluarkan mereka dari balik reruntuhan. Dan harapan itu akhirnya menjadi kenyataan, ketika Jumat (2/10) pagi, sebuah lubang menganga di bagian atasnya yang dibuat tim penyelamat. Meski belum bisa dikeluarkan dari balik reruntuhan karena beton yang menghimpitnya sangat berat dan besar, namun sudah ada anggota TNI yang mengevakuasi yang bisa berkomunikasi dengannya melalui lubang tersebut.
"Waktu saya melihat cahaya masuk tanda ada lubang yang terbuka, saya langsung coba teriak minta tolong walau sudah tidak kuat lagi untuk berteriak. Tapi ternyata suara saya terdengar, karena saya kemudian mendengar ada orang yang berteriak 'ada yang masih hidup' di atas lubang," kenangnya.
Ketika lubang diperbesar, akhirnya tim penyelamat bisa berkomunikasi dengannya, walau belum bisa dikeluarkan dari balik himpitan semen beton. Seorang petugas penyelamat langsung menanyakan namanya. Setelah menyebutkan nama, Sari pun langsung minta air minum dan roti.
"Saya lapar dan haus sekali. Makanya begitu ada yang menemukan saya, langsung saja minta air sama roti," ujar Sari dengan wajah ceria, sambil terbaring di ranjang rumah sakit.
Setelah mengetahui indentitasnya, tim evakuasi langsung mengumumkan kepada warga yang berkerumun, dan meminta keluarganya datang ke lubang untuk berkomunikasi dengan Sari. Saat itu, orangtua laki-laki Sari langsung maju dan mendekati lubang. Saat itu, Sari kembali mengajukan permintaan roti dan air minum.
"Saat itu rasanya saya benar-benar dapat mukjizat karena ternyata Sari masih hidup di balik reruntuhan itu. Saya langsung minta keluarga yang lain mencarikan roti dan air minum. Karena Sari minta saya untuk tidak jauh-jauh darinya," ujar ayah Sari, Sofyan Virgo (62) yang ditemui saat menemani anaknya di RST Reksowidiryo Padang, Jumat (2/10) sore kemarin.
Sofyan yang tinggal di Jalan Kampung Nias III Nomor 4 C ini mengaku, sebenarnya saat itu dia sudah tidak berharap banyak anaknya itu akan selamat, mengingat reruntuhan bangunan yang kehancurannya begitu parah. "Saya sebenarnya sudah pasrah dan tidak berharap banyak. Lihat saja, bangunan empat lantai jadi satu, dan anak saya ada di dalamnya. Makanya ini benar-benar mukjizat," tuturnya dengan wajah berbinar bahagia.
Sementara Kiki (54), tante Sari yang juga ikut menemani di rumah sakit, menyebut Sari merupakan anak yang kuat dan selalu ceria. "Lihat saja, walau baru saja berhasil dievakuasi, ternyata dia masih tetap ceria, masih tetap cerewet dan banyak cerita," ujarnya tersenyum.
Bahkan Sari tetap ceria, ketika dokter yang merawatnya menyarankan untuk mengamputasi kaki kanannya yang cedera berat akibat terhimpit beton dalam waktu cukup lama. Kaki kananya di bagian betis terlihat sedikit menciut, dan belum bisa digerakkan.
Menurut Sofyan menirukan penuturan dokter yang merawat, darah di kaki Sari sudah membeku karena terlalu lama terhimpit, sehingga bisa mengakibatkan kondisi yang lebih buruk. Namun dokter juga mengatakan, opsi amputasi bisa dihindari jika keluarganya bisa mendapatkan obat pengencer darah, sehingga darah beku yang ada di kakinya bisa mencair dan darah kembali mengalir normal.
"Tidak mungkin dia diamputasi, apalagi dia anak perempuan. Bahkan kata dokter, bisa saja kedua kakinya yang diamputasi karena kondisi kedua kakinya tidak jauh berbeda. Makanya sekarang kami sedang berusaha mencari obat pengencer darah itu," ujar Sofyan.
Sari memang bisa dibilang sangat beruntung. Karena sampai sekitar pukul 18.00 WIB kemarin, Suci, dosennya yang sama-sama terkubur di balik reruntuhan baru bisa dikeluarkan dari balik reruntuhan sekitar pukul 17.00 WIB. Sama dengan Sari, Suci juga dilarikan ke RS Tentara Padang.
Hanya saja, petugas penyelamat berusaha menguatkan hatinya, dengan terus mengajaknya berkomunikasi. Bahkan anggota TNI sengaja membawa radio komunikasi (HT) ke balik reruntuhan, agar Suci bisa berkomunikasi dengan orangtua dan suaminya yang selalu setia menunggu di luar. Tim penyelamat sendiri memang memprioritaskan mengeluarkan Suci yang masih hidup, agar bisa segera mendapatkan perawatan medis.
sumber kompas.com
Saturday, October 3, 2009 6 Comments
Poem : Lagu Siul (Chairil Anwar)
Lagu Siul
Laron pada mati
Terbakar di sumbu lampu
Aku juga menemu
Ajal di cerlang caya matamu
Heran! ini badan yang selama berjaga
Habis hangus di api matamu
‘Ku kayak tidak tahu saja.
II
Aku kira
Beginilah nanti jadinya:
Kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros
Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta,
Tak satu juga pintu terbuka.
Jadi baik kita padami
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa,
Aku terpanggang tinggal rangka
25 November 1945
----
Chairil Anwar (born Medan, North Sumatra 26 July 1922 - died Jakarta 28 April 1949) was an Indonesian poet and member of the "1945 generation" of writers. His father, Toeloes, was the former regent of Indragiri, Riau. His parents migrated from Payakumbuh, West Sumatra. Toeloes came from Taeh Baruah and his mother Saleha from Situjuh[1].
Chairil was educated at Dutch schools, but dropped out at the age of 19. He moved to Jakarta with his mother after his parents divorced and began to read western literature, which influenced his own writing and distinguished him from the previous generation of traditional writers. His poems were circulated on cheap paper during the Japanese occupation of Indonesia and were not published until 1945.[2][3]
It was apparently the death of his grandmother that inspired Chairil to write poetry <, and death became a theme of many of his poems. His collected poems were published as Deru Campur Debu [Roar Mixed with Dust] in 1949. By then his health was suffering as a result of his lifestyle and he died at CBZ Hospital (now Ciptomangunkusomo Hospital) on 28 April 1949. This day is celebrated as literature day in Indonesia
Friday, October 2, 2009 8 Comments